Pengaruh rebusan daun salam (Syzygium polyanthum) terhadap penurunan kadar asam urat dan kolestrol di Dusun Bringkoneng Kecamatan Banyuates

Isi Artikel Utama

Dwi Aprilia Anggraini
Moh Saiful Hakiki
Norma Farizah Fahmi
Fajriatul Hasanah
Nuval Nuval

Abstrak

Tingginya prevalensi asam urat (gout) dan kolesterol (hiperkolesterolemia) di Indonesia, khususnya pada kelompok usia lanjut (lansia), menjadi masalah kesehatan yang memerlukan penanganan komplementer. Daun salam (Syzygium polyanthum) dikenal memiliki kandungan senyawa flavonoid, tanin, dan eugenol yang berpotensi menurunkan tingkat kolesterol serta asam urat. Tujuan: Kegiatan pengabdian ditujukan sebagai edukasi pada masyarakat Dusun Bringkoneng, Kecamatan Banyuates, Sampang. Metode: Pelatihan dan edukasi terapi komplementer berbasis tanaman herbal, dilanjutkan dengan intervensi pemberian rebusan 3 lembar daun salam dalam 200 ml air sebanyak dua kali sehari selama periode kegiatan, serta pengukuran kadar asam urat dan kolesterol menggunakan Easy Touch sebelum dan sesudah intervensi. Obyek kegiatan adalah 20 lansia yang dibagi menjadi dua kelompok (10 lansia dengan asam urat tinggi dan 10 lansia dengan kolesterol tinggi), dengan kriteria inklusi tertentu. Hasil: Setelah perlakuan dengan daun salam yang direbus, kadar kolesterol menurun dan asam urat menurun, pada seluruh responden, sehingga kadarnya kembali menjadi normal (bagus). Kesimpulan: Kegiatan ini membuktikan bahwa daun salam yang direbus dapat menjadi terapi komplementer untuk menghasilkan efek penurunan tingkat asam urat dan tingkat kolesterol.

Rincian Artikel

Bagian
Artikel